MESIN RADIAL NAGA LIMA MEMIKAT

11 Feb 2017

Setelah menempuh perjalanan selama 8 jam, empat builder juara regional Custom Bike Contest Suryanation Motorland 2016 yang terdiri dari Achmad Satya Darma dari Medan, Dian Tito dari workshop TJM FAC (Palembang), Onny Widiyayana workshop Three Monkey Engineering (Semarang), Hendra Ardiansyah dari Uncledhons Garage (Makassar), dan M. Yusuf Adib Mustofa dari Semangat Putra Motor (Purwokerto), dan tim Suryanation Motorland tiba di bandara Haneda, Tokyo dan langsung menuju Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25, pada 4 Desember 2016 lalu.

Motor Naga Lima sebagai The Greatest Bike Suryanation Motorland 2016 yang selama proses pengiriman harus mengikuti aturan yang ketat, akhirnya berhasil tiba di lokasi acara.

Selama Naga Lima berada di Jepang, banyak dibantu oleh Mooneyes sebagai pihak penyelenggara event Yokohama Hot Rod Custom Show.

“Custom culture di Indonesia sangat berkembang, saya berharap berikutnya akan lebih banyak lagi motor custom asal Indonesia yang bisa tampil di sini dan dapat dilihat orang-orang yang hadir dari segala penjuru dunia,” ujar Shige Suganuma selaku penyelenggara Yokohama Hot Rod Custom Show.

Motor hasil racikan milik M. Yusuf Adib Mustofa ini menempati salah satu display di gedung Pacifico Hall bersama dengan motor-motor custom garapan builder Jepang dan mancanegara lainnya.

“Tidak hanya sebagai display, ‘Naga Lima’ juga terdaftar sebagai kontestan dengan nomer F084 yang berhak mendapatkan apresiasi dari penyelenggara bersama dengan motor-motor kontestan lainnya,” ujar Ari Kusumo Wibowo, selaku Brand Manager Surya PT. Gudang Garam TBK.
Bagi para builder, dapat menghadiri langsung ajang Yokohama Hot Rod Custom Show seolah mimpi yang menjadi kenyataan. “Selama ini saya lihat hanya dari foto-foto yang ada di internet, sekarang bisa datang dan melihat langsung eventnya,” jelas Onny Widiyayana,” builder dari Three Monkey Garage asal Semarang.

Begitu juga dengan M. Yusuf Adib Mustofa. Builder Semangat Putra Motor ini langsung terharu melihat motor Naga Lima garapannya sudah terparkir di area venue. “Ini merupakan prestasi tertinggi saya karena bisa menampilkan hasil karya di sebuah event custom berkelas internasional,” urai Yusuf terharu.
Sejak tiba di Pasifico Hall tempat berlangsungnya gelaran akbar Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25, Naga Lima langsung mencuri perhatian dari kru dan builder-builder yang hadir di venue.

Beberapa kru dan builder lain yang sedang melakukan set up display motor antusias melihat dari dekat ubahan mesin Naga Lima dengan konsep radial engine.
“Mereka salut dengan hasil karya radial engine yang dibuat oleh Yusuf yang hanya mengandalkan mesin motor kecil, yang dikerjakan secara handmade,” ujar Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycle Yogyakarta, sebagai juri yang ikut dalam rombongan Suryanation Motorland ke Yokohama.
Mereka antusias dengan ubahan mesin model radial engine yang diracik pada motor berkapasitas mesin kecil yang diambil dari motor Honda Tiger 2000. Beberapa pertanyaan pun langsung terlontar dari mereka yang ditujukan kepada Yusuf mulai dari jurnalis lokal sampai mancanegara yang kagum dengan ubahannya.

“Banyak yang menayakan apakah mesin ini bisa jalan, saya langsung tunjukkan saja video rekaman saat motor ini sedang dikendarai,” terang Yusuf.
Yaniv Evan, builder asal Amerika dari workshop Power Plant Motorcycles yang menjadi tamu pada ajang Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25 mengatakan kalau Naga Lima menjadi salah satu motor favoritnya. “Saya salut dengan buildernya karena mampu melakukan ubahan mesin secara radikal dan dikerjakan hand made yang sudah pasti membutuhkan waktu cukup lama untuk risetnya,” ujar Yaniv.

Bagi Yusuf, tampil di ajang berskala internasional ini merupakan kesempatan dapat bertarung dengan motor-motor kontestan dari berbagai negara lain. “Kalau mendapat gelar itu bonus buat saya, yang penting saya sudah bangga menunjukkan karya di event kelas dunia,” tambah Yusuf.

Di akhir acara Naga Lima mendapat apresiasi Participation Award dari penyelenggara Yokohama Hod Rod Custom Show.