NGABUBURIDE #2 I AJANG NGABUBURIT CUSTOM CULTURE SURABAYA

20 Jun 2017

Tak terasa umat muslim telah menjalani ibadah bulan Ramadhan selama 2 minggu lebih. Sebagai ajang silahturahmi antar custom enthusiast di Kota Pahlawan, teman-teman custom scene menggelar acara ngabuburit yang bertajuk Ngabuburide #2 pada hari Minggu kemarin (11/6).

Uniknya publikasi Ngabuburide dilakukan secara lisan antar custom enthusiast dan mengandalkan media sosial. Kekompakan terbukti dari terkumpulnya sekitar 150 motor custom yang kopdar di pelataran Kebun Binatang Surabaya (KBS). Acara kemudian dilanjutkan dengan rolling thunder ngabuburit.

Start dari KBS, melewati jalan Diponegoro, Raya Darmo, Basuki Rahmat, Jalan Pemuda, Jendral Sudirman, Polisi Istimewa, Dinoyo, dan finish di M Radio – Ngagel. Acungan jempol untuk custom enthusiast Surabaya karena, Rolling thunder berjalan dengan tertib tanpa arogansi dan mengganggu pengguna jalan lain. Finishnya di M. Radio disana nampak builder-builder andalan kota Surabaya, seperti Hong king kong Garage, Minority Garage, Smoke Belt Garage, bahkan builder asal Sidoarjo Rocket Fantacy turut meramaikan acara Ngabuburide #2.

Acara pun dilanjut dengan garage sale, buka puasa bersama, sisipan diskusi yang diwakilkan oleh Smoke Belt Garage, live hand painting dari Sony Twist Paint, dan terakhir nonton bareng MotoGP. “Ide Ngabuburide murni dari teman-teman custom enthusiast Surabaya. Ini sudah yang kedua kalinya, rencana tahun depan kami ulangi lagi. Hampir sama sifatnya sangat spontan tahun lalu berhasil mengundang minat 50 motor, nah tahun ini diluar prediksi. Hampir 200 motor yang datang baik yang ikut dalam rolling thunder maupun yang langsung datang ke Venue,” jelas Andi Kusuma salah satu pentolan Long Roads.

Menarik Ngabuburide #2 dilakukan secara gotong royong, seperti venue M Radio dipinjamkan secara gratis karena memang M Radio sangat mendukung kegiatan-kegiatan komunitas. Sebagai konsumsi buka bersama, terdapat 5 tenant yang disediakan untuk garade sale. Nah setiap tenant hanya diwajibkan menyediakan konsumsi seharga 50 ribu untuk makanan dan minuman. “Ini pertama kali saya mengikuti acara custom culture. Acara sederhana dan cukup baik, lumayan dengan iuran yang terjangkau saya bisa mengenalkan produk kaca mata vintage,” jelas Gege daari Kasat Mata Indonesia.

Selain silaturahmi di bulan Ramadhan acara ini dibuat agar custom anthusiast di Surabaya semakin guyup. Event-event seperti ini adalah wadah terciptanya situasi kondusif untuk berdiskusi. “Harapannya teman-teman bisa menambah wawasan tentang custom culture. Dengan begitu kondisi custom culture Surabaya bisa semakin maju,” tutup Prass dedengkot Custom Land.