SURYANATION MOTORLAND 2017 SURABAYA SIAP TEMUKAN THE GREATEST BIKE 2017

10 Nov 2017

Grand Battle Suryanation Motorland 2017 yang berlangsung Sabtu dan Minggu (11-12/11) di Lapangan Kodam V Brawijaya, Surabaya, menjadi puncak dari dari rangkaian acara Suryanation Motorland 2017 yang sudah berjalan sejak bulan April lalu. Di acara Grand Battle ini, seluruh pemenang yang berhasil menjadi Best of The Best dari setiap kota akan bersaing untuk memperebutkan gelar The Greatest Bike Suryanation Motorland 2017.

“Suryanation Motorland sudah memasuki seri Grand Battle yang menjadi penentuan untuk menentukan motor The Greatest Bike. Kami sudah hadir di 7 kota sebelumnya dan motor-motor terbaik dari setiap kota tersebut sudah hadir di sini dan akan bersaing dengan Best of The Best dari Surabaya untuk menjadi The Greatest Bike Suryanation Motorland 2017,” ujar Ari Kusumo Wibowo selaku Brand Manager Surya.

Yang paling ditunggu di seri Grand Battle tentunya adalah penampilan perdana Iconic Bike ke-3 yang merupakan hasil kolaborasi M. Yusuf Adib dari Psycho Engine Purwokerto yang merupakan pemenang Best of The Best Suryanation Motorland 2016, dengan builder kenamaan Jepang, Kaichiroh Kurosu dari Cherrys Company. Keduanya berkolaborasi dengan Lulut Wahyudi dalam tim “Majapahit” untuk membuat Iconic Bike ke-3 dan melengkapi dua Iconic Bike sebelumnya yang dibuat oleh tim “Deli Sriwijaya” dan “Gowa Mataram”.

Surabaya menjadi saksi kemunculan Iconic Bike ke-3, yaitu sebuah motor dengan mesin “W Engine” hasil karya M Yusuf Adib dengan basis mesin Harley Davidson Sportster 1996. Mesin ini dipasangkan pada bodi motor yang dibuat oleh Kurosu di Jepang dan dikirimkan langsung ke Indonesia.

Pengerjaan motor pun tak lepas dari kendala. Seperti yang diungkap oleh LT, sapaan akrab Lulut yang menjadi mentor Iconic Bike 3, mendevelop sebuah mesin bukanlah hal yang sederhana. “Saya membantu mengkomunikasikan apa yang ada di kepala Yusuf dan yang menjadi keinginan Kurosu. Mendevelop engine dari basic Sportster menjadi 3 silinder itu butuh banyak waktu untuk mendesain, meriset, lalu mencoba lagi, sampai jadi. Apalagi ini kolaborasi dua negara. Jadi ini hasil yang sudah kita tunggu-tunggu,” ungkap LT.

Korosu pun mengungkapkan antusiasmenya pada projek yang telah ia kerjakan sekitar 6 bulan ini. “Saya sangat antusias untuk terlibat pada pembuatan Iconic Bike Ketiga ini, saya rasa apa yang sudah dilakukan oleh M Yusuf Adib ini merupakan sesuatu terobosan di dunia custom. Semoga Iconic Bike ke-3 yang kami buat bersama ini bisa menjadi inspirasi bagi builder di Indonesia,” sambung Kurosu.

Iconic Bike 3 ini juga akan diberangkatkan bersama motor yang berhasil menjadi The Greatest Bike Suryanation Motorland 2017 di acara International Motor Bike Expo di Verona, Italia. Lulut berharap pada ajang Grand Battle ini, akan lahir builder-builder baru yang bisa menambah warna di dunia custom culture tanah air. Kedua juri lain yang akan memilih motor terbaik di Surabaya adalah Bimo Hendrawan (Bimo Custombikes Jakarta) dan Tommy Dwi Jatmiko (Mastom Custom Jakarta).

Fokus penilaian para juri tidak hanya pada konsep maupun performa motor, tetapi juga melihat berbagai aspek lain seperti pesan dalam membuat motor, detail dan harmonisasi secara keseluruhan.

Khusus untuk pemilihan The Greatest Bike Suryanation Motorland 2017, kehadiran builder Jepang Kaichiroh Kurosu dari Cherrys Company dan Indra “Bluesman” Pranajaya dari Razzle Dazzle Chopper Works Bandung sebagai juri tambahan akan menambah bobot penilaian dan persaingan The Greatest Bike Suryanation Motorland tahun ini.