PERJALANAN PARA BUILDER INDONESIA MERAIH MIMPI DI NEGERI MATAHARI

26 Nov 2017

Mimpi adalah kunci – Untuk kita menakhlukkan dunia – Berlarilah tanpa lelah – Sampai engkau meraihnya. Penggalan lirik dari Nidji mungkin bisa di jadikan salah satu motivasi kepada kita semua untuk saling meraih dalam mengejar mimpi. Hal tersebut nampaknya juga menginspirasi para pelaku seni khususnya dalam dunia custom motorcycles termasuk Builder yang di Tanah Air untuk dapat meraih mimpinya agar dapat memamerkan hasil karyanya di kancah dunia berskala International.

Paling dekat Negeri Matahari Jepang yang skena custom sudah berkembang menjadi bidikan. Lewat salah satu sponsor Kala itu Lulut Wahyudi builder Retro Classic Cycle dari Jogyakarta sukses membawa salah satu motor karya terbaiknya dalam event “Custom Harley Davidson Show 2010 – Cool Breaker” pada 30 Mei 2010 di Yokohama – Japan.

Cool Breaker merupakan event custom bike show yang menerapkan standard yang tinggi dengan syarat motor custom tersebut wajib berfungsi secara layak tanpa ada mall function sedikitpun.

Melalui event tersebut motor dengan julukan “Kyai Perkoso” pun mendapatkan sambutan positif bagi para pelaku custom enthusiast. Kyai Prakoso di bangun secara marathon di Retro Classic Cycles selama tiga bulan dengan konsep mengangkat desain kulture budaya Jawa lengkap dengan batik dan ukiran khas budaya Indonesia. Selain itu detail parts dan craftsmanship berkualitas standar Retro Classic Cycles membuat Kyai Prakoso kian memikat hati. Menariknya, pemilihan nama di berikan langsung oleh Raja Keraton Jogjakarta, Sri Sultan HB X.

Kyai Perkoso menjadi salah satu motor kustom pertama dari Indonesia yang resmi di undang dalam sebuah event kustom di Jepang dan mendapat aplaus yang luar biasa dari berbagai media kustom di Jepang.

Tidak hanya itu, di ajang ke-20 Mooneyes, Lulut kembali mengirimkan karya miliknya bernama Buellton. Motor berbasis mesin Buell dengan rangka dan bodi yang terinspirasi Norton ini juga mendapat apresiasi karena seluruh bodinya terbuat dari aluminium dan dengan memdukan detail ukiran khas keraton yang terbuat dari kuningan. Pada event itu Lulut kembali mendapat penghargaan sebagai Guest of Honor Mooneyes 2011 yang diserahkan langsung oleh Presiden Mooneyes Shige Shuganuma.

Tahun lalu, nama lain yang juga berperan membawa nama bangsa sebagai builder bernama M. Yusuf Adib Mustofa pun tercatat sukses menggarap motor dengan lima silinder. Motor dengan basis Honda Tiger sukses di garap dengan tangan dingin builder Phsycoengine berkonfigurasi rotary engine atau memutar. “Saya bersyukur sekali pihak Suryanation Motorland sebagai sponsor event yang dapat meralisasikan mimpi saya membawa karya di ajang Internasional,” Yusuf builder asal Purwokerto.

Motor ini pun mendapat perhatian khusus di ajang custom show di tanah air dan berhasil meraih Greatest Bike dalam kejuaraan motor kustom tersebut. Tidak tanggung-tanggung Suryanation Motorland berhasil memboyong motor dengan julukan “Naga Lima” ini kedalam custom motor berskala International 25th Yokohama Hot Rod Custom Show tahun 2016 lalu.

Selain motor Naga Lima yang tahun 2016 tampil di ajang terebut, beberapa produk lokal apparel custom juga hadir diperkenalkan pada event Internasional. Seperti produk-produk di bawah movement Gentleme’ns Pact, FMC, aksesoris metal The Black Swrod, serta apparel dari Freeflow.

Tahun ini giliran Tim Indonesian Attack yang didukung oleh BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) Non-Kementrian menjadi sorotan karena gerakan bersama sembilan builder lainnya seperti Custom Concept Industries (Jakarta), Kedux Garage (Bali) Old Crack Cydes (Jakarta), Imagineering Customs (Jakarta), Queen Lekha Choppers (2 motor) (Jogjakarta), Puspa Kediri Custom (Jakarta), Chopperland (Jakarta) dan Smoked Garage (Bali) untuk membawa motornya dan menghadiri gelaran Yokohama Hot Rod Custom Show ‪ke 26 ‪3 Desember 2017 di Yokohama Jepang. Perjalanan mereka juga disupport Suryanation Motorland.

Tidak ketinggalan movement Gentlemen’s Pact tahun 2017 ini juga kembali ikut membawa produknya ke ajang Yokohama Hotrod Custom Show, menempati salah satu booth di areal bursa.

Sejarah baru mulai ditorehkan, pemerintah lewat BEKRAF mulai support dunia custom Indonesia. Tidak hanya bicara dengan karya yang terpenting pelaku custom Indonesia saling dukung agar dapat maju bersama