DECK JACKETS | TREND BARU DI 2018

02 Jan 2018

Sesuatu yang berbau klasik tidak akan termakan oleh zaman, misalnya saja pakaian seperti jaket atau boots. You’ll never go wrong saat menggunakan atau memadukannya dengan item modern sekalipun. Gaya klasiknya yang khas, akan memberi nilai lebih pada tampilan si pemakainya.

Belakangan ini, item yang sedang ‘in’ dan digandrungi lagi oleh mereka yang berada di negara bermusim dingin adalah Deck jacket. Tak berbeda dengan Levi’s yang tersohor, jaket yang khas dengan warna cream-nya ini juga punya historinya sendiri. Nah, belakangan Deck Jacket ini juga sedang minati oleh para custom enthusiast seperti yang dipakai oleh Kimura Kengo builder Heiwa Motorcycle yang ditemui saat ajang 26th Yokohama Hot Rod Custom Show 2017, awal Desember lalu.

Deck jacket punya sejarah militer. Dibuat dengan nama 1944 N-1 Deck Jacket, jaket ini dikeluarkan untuk semua personil Angkatan Laut Amerika selama perang dunia ke-2, tepatnya pada awal tahun 1940-an. Modelnya dirancang untuk menahan kencangnya angin laut yang kala itu menuju kepulauan Pasific. Karenanya jaket dirancang agar kuat menahan kencangnya angin laut, sementara bahan bulu alpaca di bagian dalam berfungsi untuk menghangatkan, serta dibuat fungsional bagi mereka yang bekerja di kapal.

Tak heran, jika jaket yang diperkenalkan oleh US Navy ini seketika menjadi item yang paling banyak disukai dan digunakan oleh angkatan bersenjata Amerika. Pada desain awal, jaket ini memiliki warna navy atau dongker dengan beberapa potongan garis, risleting dan tali pengikat di bagian bawah, kemudian berubah warna menjadi warna khaki atau perpaduan coklat-kuning hingga sekarang. Salah satu ke-khasan jaket originalnya, adalah stensil bertulis USN di bagian kiri depan, seperti N1 Deck Jacket pada periode perang Korea.

Seiring kepopulerannya, jaket ini pun menjadi salah satu item fashion yang masih sangat digemari. Selebritis seperti Paul Newman dan James Dean pun pernah mempopulerkannya. Kini, Deck jacket juga banyak digemari oleh berbagai kalangan. Berikut beberapa brand yang memproduksi jaket serupa.

Kerennya, jaket asli dari masa perang dunia ke-2 ini masih bisa kita temui di eBay. Tidak mengherankan sih, mengingat produksinya yang massal kala itu. Dengan banderol USD $ 450, harga ini dianggap pantas atas nilai ke-originalannya.

Buzz Rickson merupakan brand yang paling serius dalam mereplikasi pakaian vintage, tak terkecuali Deck jacket. Produknya yang satu ini dibuat semiriip mungkin dengan aslinya, menggunakan cotton grosgrain berwarna khaki dengan lapisan bulu alpaca di bagian dalam hingga kerah leher. Bahkan, resletingnya pun menggunakan Conmar, brand yang sama dengan jaket originalnya. Ditambah logo di bagian dalam serta penambahan stensil bertuli USN di sisi depan. Pesis seperti asli! Dibanderol 390 pounds.

Tak berbeda dengan Buzz Rickson, Real McCoy adalah pemain serius asal Jepang dalam mereplika pakaian vintage, termasuk Deck jaket yang ikonic ini. Itemnya yang satu ini bisa dibilang sangat mirip dengan buatan Buzz, hanya perbedaanya tanpa tanda stensil. Produknya dibanderol 480 pounds.

Pike Brothers adalah brand baru untuk Deck Jacket, terutama karena background-nya yaitu vintage jeans dan workwear. Modelnya pun terbilang sama dengan bahan dan risleting dari Talon, namun dengan warna yang nampak lebih modern. Brand ini pun memperbolehkan customernya yang ingin custom menambahkan stensil. Dibanderol 299 Euro.