Iconic Bike Tim A - Moto Guzzi Cafe Racer Futuristik

09 Apr 2017

Moto Guzzi Café Racer Futuristik - tim A Dharma – Tito (Bimo Hendrawan)

Event tahunan Suryanation Motorland 2017 siap digelar. Event Suryanation Motorland 2016 tahun lalu tidak hanya mengajak serta merangsang penggila kustom culture di Indonesia. Para pemenang dari masing-masing kota yang disambangi Suryanation Motorland tahun lalu ini juga mempunyai kesempatan untuk berkolaborasi dengan builder kenamaan yang sudah tidak di ragukan lagi hasil karyanya. Sebut saja Dharma, Tito, Oni dan Hendra. Mereka adalah para pemenang Suryanation Motorland 2016 lalu yang kini memiliki kesempatan untuk berkolaborasi membuat Iconic Bike bareng builder seperti Tommy Dwi Jatmiko, Mastom Custom, Lulut Wahyudi atau LT, Retro Classic Cycles.

Bertema “Collaboration Brings Perfection” Dharma – Tito kali ini dipercaya untuk menggarap Iconic Bike untuk Suryanation Motorland 2017. Kali ini Iconic Bike akan menggunakan motor asal Italia, Moto Guzzi V7II. Nantinya mereka berdua akan di mentori oleh Bimo Hendrawan dari Bimo Custom Jakarta untuk proses penggarapannya.

Tito berencana membuat karya berbasis Moto Guzzi untuk diubah menjadi Café Racer Futuristic. Konsep ini juga mendapatkan support dari partnernya Dharma sebagai partner Tito dalam penggarapan motor Iconic Bike yang termasuk dalam Tim A. Bimo Hendrawan, sang mentor pun sepakat untuk konsep tersebut. Sesuai dengan konsep Suryanation Motorland 2017 “Collaboration Brings Perfection”, Bimo pun mengingatkan keduanya untuk berkolaborasi mengutamakan tema tersebut dalam menggarap Iconic Bike - Café Racer Futuristic.

Moto Guzzi V7II terlahir memiliki DNA motor klasik yang kental dengan aura roadster. Motor ini menggunakan basis mesin V-twin engine dengan tipe mesin 90° 4-stroke berkubikasi 744 cc. Walau bertampang klasik, Moto Guzzi memiliki tenaga maksimal sebesar 47 HP @ 6,250 rpm dengan torsi yang mencapai 60 Nm @ 3,000 rpm. Dalam prose pembuatannya, Dharma dan Tito pada awalnya tidak mengalami masalah saat proses pengerjaan. Namun saat mereka berdua mulai “menelanjangi’ kuda besi asal Italia tersebut kedala pun dimulai. Selain, letak Thortle Body yang tidak dapat dipindahkan, beragam kendala pun mulai mereka temui satu per satu.

Tito sempat mengatakan “dengan waktu atau timeline yang tersedia, saya berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menyelesaikan proses pengerjaan ini. Ini merupakan tantangan, saya bangga dan senang dipilih serta dipercaya Suryanation Motorland 2017 untuk dapat membangun Iconic Bike 2017 kali ini,” ujarnya saat proses pengerjaannya di Bimo Custom Jakarta. Lantas, mampukah keduanya menyelesaikan tugasnya dalam menggarap Iconic Bike of Suryanation Motorland 2017 kali ini?

Text:ADMIN